Kamis, 31 Oktober 2013

Akibat pendudukan Jepang di Indonesia


a.        Di bidang sosial
1.    Praktik sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia sangat besar mengakibatkan perubahan kondisi sosial ekonomi Indonesia. Mengakibatkan kegelisahan dan kesengsaraan rakyat Indonesia yang bekerja secara paksa atau keharusan untuk memenuhi semua tagihan-tagihan.
2.    Kondisi kehidupan sosial rakyat Indonesia di pedesaan semakin terlihat parah. Banyak yang terkena busung lapar, kematian dan perkerjaan yang terlalu berat.

b.        Di bidang ekonomi
1.    Kekayaan alam Indonesia dieksploitasi untuk kepentingan perang tanpa memperhitungkan akibatnya bagi rakyat Indonesia dan Jepang juga memeras sumber alam dan bahan makanan, dengan cara:
a.    Hasil-hasil perkebunan seperti teh, karet, tebu, kina, kopi dimonopoli dengan harga yang sangat murah.
b.    Rakyat diwajibkan menanam jarak yang digunakan sebagai bahan pelumas untuk senjata dan mesin pesawat terbang.
c.    Penerbangan hutan secara besar0besaran untuk tanah pertanian sedangkan hasilnya untuk kepentingan militer Jepang.

A.      Di bidang politik
Pelaksanaan politik penjajahan Jepang atas Indonesia yang keras dan kejam mengakibatkan rakyat Indonesia sangat menderita.
Perjuangan politik bangsa Indonesia pada saat itu sebagian besar dilakukan secara sembunyi-sembunyi (rahasia) atau dikenal dengan sistem perjuangan bawah tanah. Sistem ini tampaknya efektif, hingga mampu memunculkan tokoh-tokoh perintis kemerdekaan yang dapat memanfaatkan kesempatan pemerintahan dalam kondisi vacum of power hingga Indonesia dapat mencapai kemerdekaannya, yaitu tercapainya Indonesia merdeka

Perlawanan Rakyat Indonesia dan PETA Terhadap Jepang



A.      Perlawanan oleh rakyat Indonesia

1.    Perlawanan rakyat Cot Plieng-Aceh
                     Terjadi pada tanggal 10 November 1942 yang dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil sebagai            akibat penindasan Jepang terhadap rakyat Cot Plieng-Aceh dan cukup menarik perhatian,                    karena rakyat Aceh memiliki keberanian melawan Jepang meskipun menimbulkan korban                  jiwa.

2.    Perlawanan rakyat Sukamanah, Singaparna (Jawa Barat)
Terjadi pada tanggal 25 Februari 1944 yang dipimpin oleh K.H Zainal Mustafa. Jepang memaksa agar K.H Zainal Mustafa beserta pengikutnya melakukan penghormatan dengan cara membungkukkan badan (Seikeirei) kepada Kaisar Jepang yang dianggap dewa. Dan K.H Zainal Mustafa menolak karena bertentangan dengan ajaran Islam.

3.    Perlawanan rakyat Lohbener dan Sindang (pantai utara Cirebon, Jawa Barat)
Terjadi pada tanggal 30 Juli 1944 yang dipimpin oleh H. Mardiyas, H. Kartiwea dan Kiai Srengseng sebagai akibat penjajah Jepang menyiksa rakyat di desa Cidempet kecamatan Lohbener secara kejam.

4.    Perlawanan rakyat Pontianak (Kalimantan Barat)
Terjadi pada tanggal 16 Oktober 1944 yang dipimpin oleh para pemuda yang akan melakukan perlawanan terhadap Jepang dengan berkumpul terlebih dahulu di Gedung Medan Sepakat Pontianak. Perlawanan ini terjadi karena Jepang melakukan pembunuhan terhadap rakyat setempat.

B.       Perlawanan Pembela Tanah Air (PETA)

   1.    Perlawanan PETA di Blitar (Jawa Timur)
Pada tanggal 14 februari 1945, prajurit-prajurit PETA di Blitar di bawah pimpinan Shodanco Supriyadi, melaksanakan perlawanan terhadap Jepang. Upaya yang dilakukan Jepang untuk menghadapi perlawanan PETA di Blitar yakni dengan menempatkan pasukan tentaranya yang dilengkapi dengan tank-tank dan pesawat terbang.
Pada pertempuran itu, Shodanco Supriyadi dibantu oleh Shodanco Muradi mulai terdesak oleh pasukan Jepang, namun akhirnya Muradi menyerah kepada serdadu Jepang.

      2.    Perlawanan PETA di Aceh (Nanggroe Aceh Darussalam)
Pada bulan November 1944, meletus perlawanan Aceh terhadap Jepang yang dipimpin oleh Teuku Hamid. Meskipun masih berusia sekitar 20 tahun, tetapi ia memiliki keberanian memimpin dua peleton pasukan Giyugun untuk melawan Jepang dengan cara keluar dari asrama Giyugun di Jangka Buaya (Aceh), kemudian membentuk markas pertahanan di lereng-lereng gunung. Melihat perlawanan ini, pasukan Jepang bertindak cepat dengan cara menyandera dan mengancam akan membunuh semua anggota keluarga Teuku Hamid jika ia tidak menyerah, akhirnya Teuku Hamid pun terpaksa menyerah.

     3.    Perlawanan PETA di Gumilir (Cilacap, Jawa Tengah)
                    Perlawanan ini dipimpin oleh Khusaeri, seorang Budaneo (Komandan Regu).Perlawanan             ini cukup hebat, tetapi Kushaeri dan kawan-kawannya menyerah. Pada bulan Juli 1944,                       kedudukan Jepang semakin terdesak oleh Sekutu. Karena itu, Jepang memberikan                                 kemerdekaan kepada beberapa negara di Asia yang didudukinya seperti Birma dan Filipina.                 Indonesia pun juga dijanjikan akan diberi kemerdekaan oleh Jepang melalui Jendral Koiso,                 rencananya pada tanggal 7 September 1945. Pada tnaggal 15 Agustus 1945, bangsa Indonesia             menerima kabar tentang kekalahan Jepang dari Sekutu melalui Sultan Syahrir.

Perang Dunia Ke II #lastpart


Akibat Perang Dunia II

  1. Di bidang Politik
·      Munculnya negara adikuasa yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet
·      Terjadinya perang dingin antara Amerika Serikat (berpaham Liberalisme) dan Uni Soviet (berpaham Komunisme).
·      Politik pecah belah yang dilakukan negara adidaya untuk kepentingan sendiri di negara lain seperti Korea, Jerman, dll.
·      Banyak negara-negara di Asia Afrika yang memperoleh kemerdekaan. Contohnya Indonesia.
·      Meluasnya Komunisme Internasional yang menimbulkan perubahan perimbangan dunia.
·      Terbentuknya persekutuan militer/ pakta pertahanan seperti
1.         NATO (pakta pertahanan Atlantik Utara yang berdiri pada tahun 1949. Beranggota Inggris, Prancis, Luxenburg dll.)
2.         Pakta Warsawa (pakta pertahanan negara-negara di Eropa Timur. Beranggota Rusia, Rumaina, Cekosklovakia dll.)
3.         CENTO (pakta pertahanan di Kawasan Timur Tengah. Beranggota Iran, Turki, Pakistan dll.)
4.         SEATO (pakta pertahanan di Kawasan Asia Tenggra. Beranggota Amerika, Inggris, Australia dll.)
5.         METO (pakta pertahanan di Kawasan Asia Barat. Beranggota Turki, Irak, Iran, pakistan.)
6.         ANZUS (pakta pertahanan antara Australia, New Zeland dan Amerika Serikat.)

  1. Di bidang Ekonomi
·      Perekonomian dunia semakin mengalami kekacauan.
·      Amerika Serikat memberikan bantuan kredit ekonomi melalui berbagai program antara lain :
1.         Truman Doctrin, bantuan ekonomi kepada Turki dan Yunani.
2.         Point Four Truman, bantuan ekonomi dan militer (Mutual Security Act) kepada negara-negara terbelakang termasuk Jerman, Jepang dan Italia yang kalah pada perang.
3.         Marshall Plan, bantuan ekonomi, keuangan, dan militer kepada negara-negara Eropa yang hancur akibat perang.
·      Negara-negara seperti Jerman, Jepang, dan Italia bangun menjadi negara yang Industri maju.

  1. Di bidang Sosial
·      Golongan cerdik pandai semakin kuat kedudukannya, karena tanpa penemuan mereka perang tidak akan dimenangkan. Usaha mengadakan dan meningkatkan penelitian terus dilakukan untuk kepentingan manusia.
·      Terbentuknya berbagai badan-badan rehabilitas sosial seperti Palang Merah (red cross) yang bertujuan untuk :
1.         menyediakan bahan makanan, perumahan, dan kesehatan bagi korban perang.
2.         mengurusi para pengungsi.
3.         upaya pengolahan kembali tanah-tanah pertanian yang rusak dan terbengkalai.
·      Terbentuknya organisasi-organisasi seperti United Nations Organitation (UNO atau PBB) dan Gerakan Non-blok (GNB) :
1)        Perserikatan Bangsa-bangsa
Berdiri pada tanggal 24 Oktober 1945 dengan dipeloporo oleh 5 negara, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia dan Cina. Berdirinya PBB dilatarbelakangi oleh sebuah cita-cita untuk menciptakan perdamaian di antara negara-negara setelah mengalami peperangan besar.
Pada 14 Agustus 1941 presiden Amerika saat itu, Franklin Delano Roselvelt mengadakan pertemuan dengan perdana menteri Inggris, Winston Churcill. Pertemuan itu dilakukan di atas kapal Augusta yang berlayar di Samudra Atlantik yang menghasilkan piagam atlantik. Isi dari piagam tersebut adalah :
1.   Setiap bangsa tidak dibenarkan melakukan perluasan wilayah
2.   Setiap bangsa berhak menentukan nasibnya sendiri.
3.   Setiap bangsa berhak ikut serta dalam perdagangan internasional
4.   Menciptakan perdamaian dunia agar setiap bangsa dapat hidup bebas dari rasa takut dan kemiskinan.
Piagam atlantik mendapat respon positif dari beberapa negara di dunia. Hal tersebut ditandai dengan diadakannya sebuah Konferensi di kota Washington, Amerika Serikat yang pada 1 Januari 1942 yang dihadiri oleh 26 negara yang menyetujui isi piagam atlantik.
Pada awal Agustus 1944 diadakan lagi sebuah konferensi yang dilaksanakan di gedung Dumbarton Oaks, Washington, Amerika Serikat. Dihadiri oleh wakil Amerika, Uni Soviet, Britania dan RRC yang memnbahas tentang UNO/PBB.
Pada 24 Oktober merupakan kelanjutan dari Konferensi yang sebelumnya. Pada saat inilah PBB secara resmi berdiri dan ditanda tangani oleh 50 wakil negara. Tujuan dari PBB adalah :
1.   Memelihara perdamaian dan keamana dunia
2.   Mengembangkan hubungan persahabatan antar bangsa berdasarkan asas-asas persamaan derajat, hak menetukan nasib sendiri, dan tidak mencampuri urusan negara lain
3.   Mengembangkan kerja sama Inter dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi, sosial, budaya, dan kemanusiaan
4.   Menyelesaikan perselisihan dengan cara damai dan mencegah timbulnya peperangan
5.   Memajukan dan menghargai hak asasi manusia serta kebebasan/kemerdekaan fundamental (tidak membedakan warna kulit, jenis kelamin, bahasa dan agama)
6.   Menjadikan pusat kegiatan bangsa-bangsa dalam mencapai kerja sama yang harmonis untuk mencapai tujuan PBB.
2)        Gerakan Non-Blok
Kata “Non-Blok” diperkenalkan pertama kali oleh perdana menteri India Nehru dalam pidatonya tahun 1954 di Colombo, Sri Lanka. Dalam pidatonya itu, Nehru menjelaska lima pilar yang dapat digunakan sebagai pedoman untuk relasi Sino-India yang disebut dengan Panchsheel (empat pengendali). Prinsip ini kemudian digunakan sebagai basis dari Gerakan Non-Blok. Empat prinsip tersebut adalah :
1.   Saling menghormati integritas teritorial dan kedaulatan,
2.   Perjanjian non-agresi,
3.   Tidak mengintervensin urusan dalam negara lain,
4.   Menjaga perdamaian,
Gerakan Non-Blok sendiri bermula dari sebuah konferensi tingkat tinggi Asia-Afrika sebuah konferensi yang diadakan di Bandung, Indonesia, tahun 1955. Di sana, negara-negara yang tidak berpihak pada blok tertentu mendeklarasikan keinginan mereka untuk tidak terlibat dalam konfrontasi idiologi Barat-Timur. Pendiri dari gerakan ini adalah lima pemimpin dunia : Josip Broz Tito presiden Yugoslavia, Soekarno presiden Indonesia, Gamal Abdul Nasser presiden Mesir, Pandit Jawaharlal Nehru perdana menteri India, dan Kwame Nkrumah dari Ghana.
Gerakan ini sempat kehilangan kredibilitasnya pada akhir tahun 1960-an ketika anggota-anggotanya mulai terpecah dan bergabung bersama blok lain, terutama blok Timur. Muncul sebuah pertanyaan bagaimana sebuah negara seperti Kuba yang berseku dengan Uni Soviet bisa mengkleim bahwa dirinya sebagai negara non-blok. Gerakan ini kemudian terpecah sepenuhnya pada masa invasi Soviet terhadap Afganistan tahun 1979.